
Pelatihan BerAKHLAK Orientation and Beyond (BROAD) kembali digelar sebagai langkah konkret Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) dalam menyiapkan talenta Aparatur Sipil Negara (ASN) yang siap menghadapi percepatan transformasi digital. Memasuki batch ke-2, sebanyak 70 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dari Direktorat Jenderal Infrastruktur Digital (Ditjen Infradigi) mengikuti program ini, melanjutkan pelaksanaan batch pertama yang telah berlangsung pada November sebelumnya.
Program BROAD dirancang tidak hanya sebagai pelatihan kompetensi, tetapi juga sebagai proses pembentukan karakter dan pola pikir ASN yang tangguh, disiplin, dan berorientasi pada pelayanan publik. Di tengah dinamika perkembangan teknologi yang semakin cepat, ASN dituntut mampu beradaptasi sekaligus menjaga integritas dalam menjalankan perannya.
Dalam pelaksanaannya, Uzone turut berperan sebagai mitra strategis dalam mengemas dan menyebarluaskan narasi pelatihan kepada publik. Melalui pendekatan media digital, Uzone membantu memperkuat pesan bahwa pengembangan sumber daya manusia ASN menjadi bagian penting dalam ekosistem transformasi digital nasional.
Pelatihan BROAD terbagi ke dalam dua fase utama, yaitu Bimbingan Mental (Bimtal) dan Bimbingan Teknis (Bimtek). Fase Bimtal dilaksanakan di Pusat Pendidikan Komunikasi dan Elektronika (Pusdik Komlek) Cimahi, dengan pendekatan semi-militer yang menekankan pembentukan disiplin, daya tahan, serta semangat kebersamaan. Peserta dibekali berbagai materi seperti pelatihan baris-berbaris, navigasi darat, survival, hingga bela diri taktis, yang menjadi fondasi dalam membangun ketangguhan mental dan fisik.
Selain itu, pembinaan mental ideologi dan kejuangan juga menjadi bagian penting dalam kurikulum, guna menanamkan nilai integritas, loyalitas, serta rasa tanggung jawab terhadap tugas dan negara. Pendekatan ini bertujuan membentuk ASN yang tidak hanya kompeten, tetapi juga memiliki karakter kuat dalam menghadapi berbagai tantangan di lapangan.
Selanjutnya, fase Bimtek dilaksanakan di Telkom Corporate University Center (Telkom Corpu) dengan fokus pada penguatan kompetensi digital dan profesional. Materi yang diberikan mencakup digital mindset untuk ASN, pemanfaatan platform digital dalam layanan publik, hingga inovasi berbasis kecerdasan buatan (AI). Pembekalan ini menjadi penting agar ASN mampu bekerja secara adaptif, kolaboratif, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat di era digital.
Metode pembelajaran dalam program ini juga dirancang interaktif dan partisipatif, melalui kombinasi diskusi, simulasi, kerja kelompok, hingga refleksi mandiri. Pendekatan tersebut memungkinkan peserta tidak hanya memahami materi secara konseptual, tetapi juga menginternalisasi nilai-nilai yang diajarkan dalam praktik kerja sehari-hari.
Selain kegiatan inti, pelatihan ini juga dilengkapi dengan aktivitas sosial seperti bakti sosial sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat. Di sisi lain, penutupan pelatihan yang diisi dengan pertunjukan angklung oleh peserta menjadi simbol kuat dari kolaborasi, harmoni, dan kebersamaan yang terbangun selama program berlangsung.
Direktur Bisnis Metranet, Faisal Yusuf, menekankan bahwa pelatihan ini menjadi bekal penting bagi para peserta dalam menghadapi tantangan ke depan. “Pengalaman yang didapat selama pelatihan menjadi bekal untuk menghadapi tantangan di masa depan, khususnya di tengah pesatnya pertumbuhan teknologi saat ini,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa proses pembelajaran yang dijalani peserta merupakan bekal yang sepadan untuk menghadapi tantangan yang semakin kompleks.
Dengan kombinasi antara pembinaan mental dan penguatan kompetensi digital, Pelatihan BROAD menjadi model pengembangan SDM ASN yang relevan dengan kebutuhan zaman. Program ini tidak hanya mencetak ASN yang siap bekerja, tetapi juga membangun fondasi karakter, kepemimpinan, dan kemampuan adaptasi yang berkelanjutan.
Melalui pelatihan ini, Ditjen Infradigi Komdigi menunjukkan komitmennya dalam membentuk ASN yang tidak hanya mengikuti perubahan, tetapi juga mampu menjadi penggerak utama dalam mewujudkan masa depan digital Indonesia.





